Tarikan Motor Berat, Ini Penyebabnya


Tarikan motor yang semakin berat barangkali pernah dirasakan oleh semua empunya sepeda motor. Tidak terkecuali motor matik lagipula usianya telah bertahun-tahun. Lantas, apa sebenarnya penyebab masalah ini?

Izas Ismail, Sevice Advisor Dealer Honda Mitra Jaya Depok menjelaskan, urusan yang patut diketahui empunya motor terlebih dulu ialah cara kerja mesin. Agar motor bisa hidup, sebetulnya melulu perlu tiga komponen, bahan bakar, kompresi, dan kelistrikan. Tiga unsur inilah yang kesatu-tama mesti dicek untuk mengetahui kenapa tarikan motor berat.

"Kompresinya lebih tinggi atau tidak. Kalau telah pernah turun mesin, diganti piston, klepnya dinormalin lagi. Kalau baik, berarti masalah tarikan bukan padaunsur ini," ujarnya.

Kemudian, pemeriksaan  juga dilaksanakan pada drainase bahan bakar. Menurutnya, tersumbatnya bahan bakar pun dapat mengakibatkan tarikan berat. "Lihat karburator, setelannya bagus apa tidak, gabungan udara dan bahan bakarnya bagus apa tidak," tambahnya.

Terakhir, bila komponen di atas baik semua, maka bisa jadi masalahnya terletak pada sistem penggerak dan aksesori, contohnya pada v-belt atau kabel gas. "Penyebabnya barangkali kabel atau v-beltnya rusak, bila sudah baik semua, tak dapat tarikan motor tetap berat," tutupnya.

Ini Pentingnya Menjaga Tekanan Angin pada Ban

Ban adalahsatu-satunya komponen pada mobil yang bersentuhan dengan aspal. Dengan kata lain, ban adalahsatu-satunya jembatan penghubung antara mobil dengan jalanan. Oleh sebab itu, sangat urgen untuk menyimak kesehatan ban.

Bagaimana caranya? Cara yang sangat mudah ialah menjaga asupan udara pada ban mobil. Jangan pernah tidak mempedulikan mobil berlangsung dengan suasana tekanan angin ban mobil tidak cukup terisi.

Berdasarkan keterangan dari TyreSafe, tidak sedikit sekali kerugian yangdisebabkan oleh kurangnya desakan angin pada ban. Kurangnya desakan angin akanmenciptakan mobil lebih susah dikendalikan, jumlah permukaan ban yang menempel pada roda berkurang sampai setengahnya. Jika ban tidak menyentuh permukaan secara menyeluruh, traksinya tidak sempurna, dan pengereman tidak bakal optimal. Artinya, jarak pengereman bakal semakin jauh, khususnya di jalanan basah.

TyreSafe mengungkapkan desakan ban yang lebih kecil 10 persen dibanding standar pabrikan, bakal mempercepat ban aus sampai sepuluh persen. Fakta lainnya, energi yang dikeluarkan mesin guna memutarkan roda bakal lebih besar, sampai-sampai bahan bakar lebih boros.

Stuart Jackson, Chairman of TyreSafe, mengatakan," Menjaga desakan angin pada rodaialah hal termudah yang dapat dilakukan, mengawal keselamatan pengemudi dan pemakai jalan lainnya. Ini ialah solusi terbaik guna semuanya, jadi mengejutkan andai masih tidak sedikit pemakai jalan tidak meyakinkan desakan angin yang tepat pada mobil.

"Kendaraan seringkali mempunyai dua penataan tekanan angin, penataan tersebutbakal bergantung untuk bobot, apakah bermuatan sarat atau ringan. Hal beda yang tidak kalah penting ialah memeriksa desakan ban cadangan, dan pastikan kondisinya layak andai suatu ketika harus digunakan.

Belum ada Komentar untuk "Tarikan Motor Berat, Ini Penyebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel